ALASSUMUR KULON – Pemerintah Desa (Pemdes) Alassumur Kulon merealisasikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) untuk Tahap 1, 2, dan 3 tahun anggaran 2026 pada Selasa (28/4). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyaluran kali ini dilakukan dengan skema door-to-door atau langsung mendatangi rumah warga penerima manfaat.
Langkah jemput bola ini diambil mengingat jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2026 ini terkategori sangat selektif, yakni hanya berjumlah 7 KPM. Hal ini menunjukkan proses verifikasi yang ketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran bagi warga yang paling membutuhkan.
Kegiatan dimulai tepat pada pukul 11.00 WIB. Tim dari Pemerintah Desa memulai perjalanan dari wilayah ujung timur desa. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kediaman Ibu Sentani yang terletak di Dusun Wakaf, RT 01 RW 07.
Rombongan kemudian menyisir satu per satu rumah penerima lainnya untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang bersangkutan tanpa perantara. Perjalanan berakhir di kediaman Ibu Satiya di Dusun Masjid, RT 03 RW 01, yang menjadi titik penutup penyaluran tahap ini.
Masing-masing KPM menerima rapelan bantuan untuk tiga bulan sekaligus, yaitu periode Januari, Februari, dan Maret 2026. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
Nilai per bulan: Rp 300.000;
Total yang diterima: Rp 900.000; (untuk 3 bulan).
Kepala Desa Alassumur Kulon, H. Suhud, yang memimpin langsung jalannya penyaluran, memberikan pesan menyentuh kepada para penerima. Beliau berharap bantuan ini tidak habis untuk hal-hal yang bersifat konsumtif semata, melainkan untuk menunjang kebutuhan pokok.
"Kami serahkan bantuan ini langsung ke rumah Bapak/Ibu agar lebih memudahkan. Saya berpesan, mohon uang ini dipergunakan sebaik mungkin dan sebijak mungkin untuk kebutuhan dapur atau kesehatan," ujar H. Suhud di sela-sela kunjungannya.
Dengan sistem door-to-door ini, Pemdes Alassumur Kulon tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban administrasi, tetapi juga menjadikannya sarana silaturahmi untuk melihat langsung kondisi sosial ekonomi warganya di lapangan.